Main Article Content

Abstract

The main problem causing high arrears among Independent Participant and Non-Employee participants is the lack of a strong mechanism to ensure continuous payment of contributions. This study aimed to explore the Staged Payment Plan Program (REHAB) as an effort to increase the collectability of contributions from independent participants at BPJS Kesehatan Yogyakarta Branch Office in 2023. This research uses with program evaluation method. there were 251,494 (11,65%) Independent Participant and Non-Employee participants, with 109,280 (62,33%) in arrears as of February 2023. However, only 6.53% of them registered for the REHAB program. The input component shows that many participants still do not know about this program. The REHAB process shows that digitalization in the implementation of the REHAB program has not been maximized; there is no data update and notification for the billing process to participants. Internal monitoring is carried out regularly however, there is no monitoring of participants. The results component shows that Independent Participants contributions is 80.89%, but this collectability includes all forms of revenues owned by BPJS Kesehatan. The conclusion is the REHAB program has not yet achieved its goal of helping independent participants pay off contribution arrears. Socialization carried out is still not optimal because it has not reached all levels of society. There has been no regular update of participant data or direct evaluation of participants. The implementation of the REHAB program has not been proven to contribute to collectability because there is no data on collectability achievements sourced from the REHAB program

Keywords

Arrears Evaluation Staged Payment Contribution Collectibility

Article Details

How to Cite
Ningtiyas, S. A., & Puspandari, D. A. (2025). Evaluation of Staged Payment Plan Program to Improve Collectability of Independent Participant Contributions. Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional, 5(1), 75–88. https://doi.org/10.53756/jjkn.v5i1.260

References

  1. Agustina, Z. A., & Izza, N. 2019. Hubungan Sistem Pembayaran Satu Keluarga (Kolektif) Terhadap Perpindahan Kelas Kepesertaan Dan Kepatuhan Pembayaran Iuran Bpjs Di Kabupaten Malang. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(1), 44–53. https://www.mendeley.com/catalogue/9504357f-fd86-34f4-9655-e87ef9bbdd99/
  2. Ahsan, A. 2017. Inovasi Pendanaan Defisit Program JKN-KIS melalui Pungutan (Tambahan) atas Rokok untuk Kesehatan (PRUK). Ringkasan Riset JKN-KIS, 01. Retrieved from
  3. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/272cf953af57449bffc30087a1bd144d.pdf
  4. Ardica, A. and Samsir, S., 2020. Analisis Strategi Peningkatan Pengumpulan Iuran Pada Bpjs Kesehatan Kantor Cabang Pekanbaru. Jurnal Tepak Manajemen Bisnis, 12(2), pp.238-248. https://jtmb.ejournal.unri.ac.id/index.php/JTMB/article/view/7864
  5. Banjarhanor, L., Rochadi, R., & Manurung, J. 2023. Phenomenological Study of Compliance with Paying Dues by Independent Participants in the National Health Insurance Program in Medan City in 2023. https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/InfoSains/article/view/2943
  6. BPJS Kesehatan. Laporan Pengelolaan Program Tahun 2019 & Laporan Keuangan Tahun 2019 (Auditan). Jakarta; 2019
  7. BPJS Kesehatan., 2022. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program REHAB (Program Rencana Pembayaran Bertahap).
  8. BPJS Kesehatan., 2020. Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penagihan, Pembayaran dan Pencatatan Iuran Jaminan Kesehatan dan Pembayaran Denda Akibat Keterlambatan Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan.
  9. BPS. 2023. Statistical Yearbook of Indonesia 2023. Jakarta. Indonesia; Badan Pusat Statistik.
  10. Candra., Marthias, T., Kurniawan, F., Hasri, E., Rahma, P., Fanda, R., & Aktariyani, T. 2020. Laporan Hasil Penelitian Evaluasi Kebijakan JKN di 13 Provinsi Indonesia. FK-KMK UGM. https://kebijakankesehatanindonesia.net/publikasi/hasil-penelitian
  11. Dewan Jaminan Sosial Nasional Sistem Monitoring Terpadu. Sistem Monitoring dan Jaminan Sosial Jaminan Kesehatan. https://sismonev.djsn.go.id/sismonev.php
  12. Gelonita, P., Said, M. M. ud, & Sekarsari, R. W. 2024. Evaluasi Pelaksanaan Program Rencana Pembayaran Iuran Bertahap (REHAB) Dalam Menjamin Status Keaktifan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Studi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Malang). Respon Publik, 18(2), 51–59. https://jim.unisma.ac.id/index.php/rpp/article/view/24115
  13. Intisari, A.D., Trisnantoro, L. and Hendrartini, J. 2017. Premium Switching Strategy On Revenue Collection From Informal Sector Community: Effort To Prevent Premium Payment Delay On JKN. Jurnal Kesmas Indonesia, 9 (1). 64–77. http://dx.doi.org/10.20884/1.ki.2017.9.01.229
  14. Julianda, Z., 2021. Analisis Kolektabilitas Iuran Sebelum Dan Sesudah Implementasi Program Digitalisasi Sistem Penagihan Dan Pembayaran Pada Segmen Peserta PBPU BPJS Kesehatan (Doctoral dissertation Universitas Gadjah Mada).
  15. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/204082
  16. Kementerian Kesehatan., 2016. Buku Panduan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Bagi Populasi Kunci. Jakartar: Indonesia AIDS Coalition
  17. Muttaqien, M., Setiyaningsih, H., Aristianti, V., Coleman, H.L.S., Hidayat, M.S., Dhanalvin, E., Siregar, D.R., Mukti, A.G. and Kok, M.O., 2021. Why did informal sector workers stop paying for health insurance in Indonesia? Exploring enrollees’ ability and willingness to pay. PloS one, 16(6), p.e0252708. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0252708
  18. Nopiyani, N. M., Indrayathi, P. A., & Listyowati, R. 2015. Analisis Determinan Kepatuhan dan Pengembangan Strategi Peningkatan Kepatuhan Pembayaran Iuran Peserta JKN Non PBI Mandiri di Kota Denpasar. Denpasar: Grup Penelitian dan Pengembangan BPJS dan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
  19. Nurlia, N. A., Murti, B., & Tamtomo, D. G. 2021. Factors Correlated with Willingness and Compliance to Pay National Health Insurance Premium in Jember Regency. Journal of Health Policy and Management, 6(1), 35–47. https://doi.org/10.26911/thejhpm.2021.06.01.04
  20. Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pendaftaran, Penagihan, Pembayaran, dan Pelaporan Iuran Secara Online Bagi Peserta Pekerja Penerima Upah dari Badan Usaha Baru Dalam Rangka Kemudahan Berusaha. Jakarta
  21. Prihatina, R., 2022. Mengenal Kolektabilitas (Kol) Kredit Perbankan Kaitannya Dengan dengan Undang-Undang No 4 Tahun 1996 (UUHT)
  22. Pujiyanti, E., Ruby, M., Srikandi, D., & Siregar, D. (2015). Modeling Pendaftaran Dan Pengumpulan Iuran Peserta PBPU. Depok-Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat-Universitas Indonesia. www.scitepress.org/Papers/2017/70242/70242.pdf
  23. Republik Indonesia., 2011. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
  24. Sari, P., 2022. Analisis Program Telekolekting Dalam Upaya Peningkatan Kolektabilitas Iuran Peserta PBPU Di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Muara Bungo Tahun 2022. https://doi.org/10.22146/jkki.76225
  25. Situmorang, Jp Rinaldi. 2022. Strategi Komunikasi Bpjs Kesehatan Cabang Pekanbaru Guna Meningkatkan Tertib Pembayaran Iuran Oleh Peserta Mandiri JKN-KIS Di Kota Pekanbaru. Another thesis, Universitas Islam Riau. http://repository.uir.ac.id/id/eprint/11133
  26. Utarini, A., 2020. Tak Kenal Maka Tak Sayang: Penelitian Kualitatif dalam Pelayanan Kesehatan. UGM PRESS.
  27. Zamuli, H., Padmawati, R.S. and Puspandari, D.A., 2018. Causal Factors Analysis of National Health Insurances Unpaid Premium by Informal Workers in Baubau City. www.scitepress.org/Papers/2017/70242/70242.pdf